Menjalin Usaha Bersama

logo

Menteri Ekraf Bertemu dengan Gubernur Jateng, Gali Potensi Ciptakan Lapangan Kerja

Kamis, 22 Mei 2025

JAKARTA – Menteri Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf) Teuku Riefky Harsya membahas potensi ekonomi kreatif di daerah dengan Gubernur Jawa Tengah (Gubernur Jateng) Ahmad Luthfi. Menteri Ekraf Teuku Riefky turut menekankan tentang pentingnya pembentukan dinas ekonomi kreatif sebagai bentuk sinergitas.

“Semangat Kementerian Ekonomi Kreatif tentu menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Jawa Tengah harus mampu mengembangkan subsektor ekonomi kreatif unggulan dengan mulai membentuk nomenklatur khusus yang menangani ekonomi kreatif. Dari sinilah nantinya akan tercipta kolaborasi sehingga dapat tingkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam pertemuan yang berlangsung di Parle Senayan, Jakarta pada Selasa, 20 Mei 2025.

Menurut Menteri Ekraf Teuku Riefky, Jawa Tengah perlu menentukan subsektor unggulan untuk mendorong pembukaan lapangan kerja baru terutama bagi generasi muda. Menteri Ekraf Teuku Riefky mengatakan Jateng bisa memberi fokus pada peningkatan inovasi dan kewirausahaan yang menunjukkan kekuatan potensi ekonomi kreatif dari daerah apalagi Jateng termasuk 15 daerah prioritas pengembangan ekonomi kreatif berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) 2025-2029.

“Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, tentukan mana yang menjadi subsektor ekonomi kreatif unggulan yang sesuai dengan potensi dan peluang dalam membuka lapangan kerja berkualitas lebih luas. Harapannya, generasi muda bisa punya inovasi karya dan strategi usaha baru yang terus membuka lapangan kerja. Dengan begitu industri kreatif makin kuat untuk menyerap tenaga kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Menanggapi Menteri Ekraf Teuku Riefky, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebut pertemuan itu sebagai momentum penting. Perihal nomenklatur dinas ekonomi kreatif, Ahmad Luthfi mengatakan Jateng siap melakukan penyesuaian.

“Pertemuan hari ini membahas nomenklatur ekonomi kreatif yang disesuaikan dengan dinas yang sudah ada di Jawa Tengah. Banyak kota-kota di Jawa Tengah yang menjadi pusat ekonomi kreatif sehingga mampu menggerakkan berbagai subsektor unggulan saat dikembangkan lebih lanjut,” ucap Ahmad Luthfi.

“Ekonomi kreatif menjadi salah satu tulang punggung ekonomi di Jawa Tengah dengan menciptakan lapangan kerja sehingga potensi dan kesempatan harus digarap dengan baik seperti subsektor boga, kriya, dan fesyen,” tambah Ahmad Luthfi.

Selain itu Ahmad Luthfi berharap event kreatif di wilayah Jateng bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi angka pengangguran, dan mendorong kreativitas dalam berbagai sendi kehidupan. Apalagi secara administratif, lanjut Ahmad Luthfi, Provinsi Jawa Tengah terbagi atas 29 kabupaten dan 6 kota yang membawahi 573 kecamatan dengan 7.809 desa dan 750 kelurahan.

“Masyarakat Jawa Tengah itu heterogen sehingga banyak event kreatif yang bisa kita lakukan di sana. Contohnya Solo Raya Great Sale yang mampu menumbuhkan ekonomi baru. Tadi Pak Menteri tampak sangat antusias dan diharapkan bisa datang ke event tersebut,” ucap Ahmad Luthfi.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ekraf Teuku Riefky turut didampingi Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif Dessy Ruhat, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, dan Staf Ahli Menteri Bidang Sistem Pemasaran dan Infrastruktur Septriana Tangkary.

Sementara Gubernur Jateng didampingi sejumlah pejabat daerah antara lain Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Jateng Sujarwanto Dwiatmoko, Plh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Syurya Jateng Deta Syafrie, dan Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah Jateng Zulkifli.*(sumber:ekraf.go.id)

error: