Menjalin Usaha Bersama

logo

Menepis Stigma Dampak “Peristiwa Kelam”, Madiun Suguhkan Destinasi Wisata

Minggu, 19 Juni 2022

MADIUN – Hingga ini Madiun terus berbenah tanpa alasan lain, terkecuali hanya mendongkrak pertubuhan ekonomi daerah demi kesejahteraan masyarakatnya. Untuk mewujudkan semua yang pernah dijanjikan saat berargumer politik? Tentunya dibutuhkan pemimpin-pemimpin yang pemikir, kreatif, inovatif bahkan mampu mengkampanyekan Madiun yang sebenarnya.

Stigma dampak “peristiwa kelam” secepatnya ditepis’ jangan dibiarkan tumbuh subur beredar luas di tengah-tengah kehidupan masyarakat, sehingga nantinya dapat menganggu privasi individu maupun kelompok.

Misalkan Kota Madiun hingga ini terus memacu gas pol disegala sektor hingga “merawat para ibu-ibu kreatif” untuk mewujudkan kemampuan inovasi yang dimilikinya. Sehingga dapat menumbuhkan ekonomi kreatif yang tidak kalah saing di tingkat pasaran kuliner maupun non kuliner di daerahnya masing-masing. Bahkan produksi olahan lokal yang selama ini banyak diminati oleh konsumen berbagai kalangan, dapat mendatangkan hasil yang cukup menggiurkan.

Sebab dukungan lapak yang ada di sejumlah tempat atau di ruang terbuka hijau (RTH) ini, tentu sebagai alternatif untuk menjaga kesinambungan para pelaku usaha lokal. Selain itu, juga dapat mengurangi beban berat kos ataupun tanggungan pengeluaran jika mereka harus menyewa tempat usaha seperti toko maupun kios.

Begitu juga Kabupaten Madiun meskipun belum terlihat nyata”, namun terus berupaya untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi di daerahnya. Dukungan lain khususnya kepada para pelaku usaha di sektor pariwisata, terus bergeliat tumbuh subur di sejumlah tempat daran rendah ataupun dapat menghiasasi kawasan perbukitan pengunungan wilis. Hal itu, tentu sebagai bukti nyata bahwa pengurusan perizinan usaha lokal di Kabupaten Madiun begitu mudah dan cepat.

Namun dua daerah ini, terus konsisten menunjukkan daya tarik untuk melengkapi sektor pariwisata hingga menjadi destinasi wisata yang sama-sama beriringan. Kabupaten Madiun selama ini, sebagai penyedia hasil olahan lokal yaitu kuliner tradiasional dan wisata alamnya. Sedangkan Kota Madiun sebagai pusat perbelanjaan ala modern serta sarana transit bagi para pelancong baik yang berlibur, menjalin bisnis ataupun urusan koordinasi kepentingan publik. Meski demikian, Madiun ini terus konsisten menyuguhkan daya tarik untuk destinasi wisata terbaiknya.

Dua daerah ini, sebentar lagi akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT)-nya yakni Kota Madiun tanggal 20 Juni dan Kabupaten Madiun 18 Juli 2022 nanti. Tentunya berbagai pihak juga berharap, agar para pemimpin serta jajarannya dua daerah (eksekutif) ini, dapat memawas tentang perkembangan pembangunan yang dapat menunjang peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya.

Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko berkenan menyumbang sekelumit pemikirannya terkait sebuah tema yang disodorkan Madiun Tourism yaitu : “Menepis Stigma Dampak Peristiwa Kelam”.  Tujuannya tidak lain demi mendongkrak volume kunjungan wisatawan, baik ke sejumlah destinasi wisata yang ada di Kabupaten Madiun maupun Kota Madiun.

Melihat Madiun dari dekat. Diakui Ixfan (biasa disapa) HW, bahwa dirinya sudah tiga tahun di Madiun yakni dari mulai tahun 2018 sampai 2022 ini. Bahkan tidak terasa hampir empat tahun, ia berdinas di Daop 7 Madiun. Dimana Daop 7 Madiun ini, terdiri dari 9 kabupaten dan 3 kota yakni diantaranya Kota Madiun.

Sejujurnya perkembangan mulai sebelum masa pandemi, jika kita lihat bersama dengan masa pandemi Covid-19. Melihat Kota Madiun dan Kabupaten Madiun sekarang ini, sudah berangsur-angsur perubahannya yakni mulai dari pinggiran hingga jatung kota.

Kemudian orentasi kedepannya seperti apa? Karena Kabupaten Madiun dan Kota Madiun, kebetulan ada di jalur tol. Dimana dititik itulah, terdapat exit tolnya yang mengarah Kabupaten Madiun dan Kota Madiun. Disinilah merupakan sebuah keuntungan besar, karena Madiun ini’ bagaimana pun juga akan menjadi destinasi wisata yang mempunyai daya tarik yang layak disuguhkan kepada para wisatawan lokal maupun internasional.

“Walaupun, mereka akan berwisata kemana saja. Itu, tetap saja akan melewati Kabupaten Madiun dan Kota Madiun,” tuturnya saat dijumpai di Media Center PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun, Jum’at 17 Juni 2022.

Dua daerah ini sangat unik, Ixfan HW kembali menguraikan, ‘karena masyarakat disini selalu menjaga kerukunan dan ketentraman bersamaa. Di Madiun ada istilahnya Kabupaten Madiun sebagai “Kampung Pesilat Indonesia”, sedangkan Kota Madiun adalah “Kota Pendekar”. Di dua daerah ini, nampaknya sama-sama menunjukkan kekuatan yang sangat mendasar. Bahkan potensi kearifan lokalnya selalu di gali.

“Saya melihat pak Kaji Mbing (Bupati Madiun Ahmad Dawami) dan pak Maidi (Walikota Madiun), ini memang punya karakter yang berbeda. Namun kalau melihat geliat pembangunan kotanya begitu cepat, sehingga di titik-titik wisata kuliner, jalur protokoler sudah dibangun sedemikian rupa ala Malioboro (jalan) Yogyakarta. Disitu menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi, mungkin semakin lama semakin meningkat,” katanya.

Ia mengungkapkan jika kita kembalikan kepada “titik kelam” pada masa itu? Itu kan sejarah ya? Bagaimana pun, kita juga tidak diperkenankan meninggalkan sejarah bangsa. Namun sejarah itu, lambat laun akan ‘berubah’ dengan peradaban yang modern. “Apalagi Kabupaten Madiun dan Kota Madiun ini, sangat menarik,” papar Ixfan HW, lagi.

Sebagai wujud mendukung HUT ke 104th Kota Madiun, PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun melakukan sumbangsih ‘sementara ini kepada Kota Madiun. Pihaknya per tanggal 13-14 Juni 2022 hingga 14 Juli 2022, khususnya masyarakat yang hendak menggunakan moda transportasi kereta api (KA) keberangkatan dari Madiun akan diberikan diskon tiket 10%.

“Jadi, kami karena berada di wilayah Kota Madiun dan Kabupaten Madiun harus betul-betul mensuport apapun kegiatan yang di agendakan pihak pemerintah daerah. Ini juga nanti akan ada acara besar yaitu fans back dan rock back. Itu, kami juga mendukung baik berupa pembiayaan maupun diskon harga tiket sejumlah KA. Bahkan saat ini, juga masih berlangsung,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, jajarannya berkenan memberikan sumbangsih yaitu pandangan prospek bisnis kedepan. Karena di wilayah Daop 7 Madiun ini terdapat KA lokal dengan rute Madiun, Blitar, Kediri, Tulungagung, Kertosono dan Jombang? Maka harapan kedepan untuk bangkitan-bangkitan ekonomi, tentu harus adanya KA lokal yang didukung oleh pemerintah daerah yang dilewati KA lokal tersebut.

Misalnya Kabupaten/Kota Madiun, Magetan, Ngawi, Nganjuk dan Jombang. Sehingga nanti integrity KA lokalnya mulai dari Solo-Jawa Tengah sampai dengan Kertosono, itu harus di pust pada pemerintah untuk dilakukan atau dijalankan KA lokal yang sifatnya bisa keperintisan ataupun KA Public Service Obligation (PSO) atau subsidi. Dimana masyarakat itu di akomodir perjalanannya baik untuk melakukan kegiatan-kegiatan perekonomian, misalkan mereka harus bekerja maupun belanja/pengambilan barang di Solo-Jawa Tengah atau dimanapun tempatnya.

“Karena di daerah itu, jika ada KA lokalnya’ maka insya alloh seperti daerah-daerah yang lain’ kebangkitan-kebangkitan ekonomi ataupun prodak-prodak unggulan yang ada di daerahnya masing-masing akan bisa terekspos. Selain itu, logistik angkutan barang yang ada di KA ini juga mungkin akan semakin meningkat,” tutur Ixfan.

Namun jika dikait-kaitkan dengan “peristiwa kelam”, lanjut Ixfan, maka semua juga punya sejarah masing-masing. Sebagai pendatang di Kota Madiun yang hampir empat tahun, karena dirinya asli Surabaya-Jawa Timur. Tentunya sebagai pendatang, ia pun merasakan suasana yang damai, tenang dan nyaman. Maka dari itu direkomendasikan bagi para pelaku usaha ataupun wisatawan lokal maupun internasional yang ingin berkunjung di Madiun, maka dipersilakan karena dua daerah ini memiliki kedamaian dan keamanan yang sangat memadai.

Dua daerah yakni Kota Madiun dan Kabupaten Madiun saat ini, sudah beda jauh dengan sistim penataan kotanya luar biasa. Karena saat ini, Kota Madiun dan Kabupaten Madiun mempunyai daya tarik untuk menunjang masing-masing destinasi wisata yang ada. Bahkan dua daerah ini, sudah bisa memberikan nuansa keindahan baik di sudut-sudut perempatan jalur protokol maupun di jatung kota.

Karena apa? Bupati Madiun, Wakil Bupati Madiun, Walikota Madiun dan Wakil Walikota Madiun ini juga merupakan putra-putri asli daerah. Sehingga para kepala daerah ini, tentu menginginkan wilayahnya menjadi daerah yang bisa berkembang begitu cepat demi meningkatkan potensi perekonomian masyarakatnya. Karena pembangunan disetiap titik itu, juga sudah dilakukan. “Jadi monggo… Semua yang kepingin melihat Madiun lebih dekat, dipersilakan karena nuansa Madiun sekarang ini cukup damai,” tegasnya.*ly/madiuntourism.com

Keterangan Foto : Terlihat sejumlah wisatawan lokal saat berlibur disalah satu destinasi wisata di Kabupaten Madiun

error: