Menjalin Usaha Bersama

logo

Beragam Olahan Keju Tradisional Indonesia Bercita Rasa Unik

Rabu, 10 Juli 2024

INDONESIA – Tidak sedikit pecinta keju yang masih yakin kalau jenis-jenis keju hanya sebatas keju mozzarella, keju cheddar, keju parmesan, keju mascarpone, atau bahkan blue cheese. Bahkan, tidak sedikit yang beranggapan jika keju hanya berasal dari Italia dan negara Eropa saja. Padahal, ada banyak olahan keju asli Indonesia yang tidak kalah lezat!

Memang, keju tradisional Indonesia tidak setenar olahan keju-keju lainnya. Meski begitu, cita rasa keju asli Indonesia tidak boleh dianggap remeh. Pasalnya, beberapa daerah di Indonesia memproduksi keju lokal buatan sendiri secara tradisional, dan menggunakan bahan pangan lokal asli. Belum lagi, keju-keju asli Indonesia ini memilih metode penyajian yang tidak biasa, alias unik.

Lantas, apa saja olahan keju tradisional Indonesia, dan seperti apa keunikannya? Berikut penjelasannya:

Keju Dangke 

Olahan keju tradisional asli Indonesia yang pertama berasal dari Enrekang, Sulawesi Selatan, yakni keju dangke. Ciri khas jenis keju asli Indonesia ini ada pada bentuknya yang mirip dengan tahu putih. Teksturnya cukup padat, karena mengandung air yang cukup tinggi.

Keju dangke terbuat dari susu kerbau maupun susu sapi, yang disaring dan direbus dalam suhu minimal 70 derajat Celcius. Uniknya, keju tradisional asli Indonesia ini menggunakan getah pepaya atau daun pepaya sebagai bahan penggumpal agar tekstur keju jadi padat. Untuk bahan pengawetnya pun menggunakan garam. Alih-alih sebagai campuran roti, keju dangke kerap dimakan sebagai pendamping nasi oleh masyarakat setempat.

Keju Dali Ni Horbo

Selanjutnya adalah keju dali ni horbo, sudah pernah mendengarnya Sobat Parekraf? Berasal dari Tapanuli, Sumatra Utara, keju dali ni horbo dikenal sebagai keju Batak. Daya tarik keju ini ada pada proses pembuatannya yang tidak menggunakan campuran bahan kimia sedikit pun.

Hal ini bisa dilihat dari penggunaan susu kerbau sebagai bahan utama keju lokal ini, lalu ditambah dengan air nanas atau daun pepaya sebagai pengentalnya. Keju dali ni horbo punya rasa yang khas, yakni perpaduan rasa gurih dan asam yang lembut. Itu mengapa, jenis keju tradisional Batak ini sering dijadikan pelengkap hidangan naniura (ikan mentah) atau berbagai macam sayuran.

Keju Dadiah

Jenis keju tradisional Indonesia yang tidak kalah unik adalah keju dadiah. Meski sama-sama menggunakan susu kerbau sebagai bahan utama, ada satu hal unik yang membedakan keju asli Bukittinggi, Sumatra Barat ini dengan keju-keju lokal lainnya. Perbedaan tersebut ada pada proses pembuatan keju dadiah yang menggunakan batang bambu yang ditutup daun pisang sebagai wadahnya.

Identik dengan rasa yang cukup asam, keju dadiah biasanya disajikan bersama dengan emping beras dan kuah beras merah. Selain itu, masyarakat lokal juga kerap menyantapnya langsung sebagai pendamping nasi, sambal, sirih, dan bawang.

Keju Indrakila

Kalau Sobat Parekraf jalan-jalan ke Jawa Tengah, sempatkan mampir ke Boyolali. Sebagai daerah yang dikenal sebagai penghasil susu sapi terbesar di Jawa Tengah, Boyolali punya olahan keju lokal yang menarik dicoba, namanya keju indrakila.

Berdiri sejak 2009, keju indrakila memiliki berbagai macam jenis keju yang proses pembuatannya masih tradisional. Mulai dari keju feta, mozzarella, mountain, feta olive oil, hingga keju robert yang proses pembuatannya terinspirasi dari keju camembert dari Paris.

Keju Senduro

Kemudian ada juga keju senduro, yakni keju tradisional Indonesia yang berasal dari Lumajang, Jawa Timur. Berbeda dengan keju-keju lainnya yang terbuat dari susu kerbau maupun susu sapi, keju senduro menggunakan susu kambing sebagai bahan utama.

Keju senduro memiliki dua jenis keju yang bisa dipilih, yakni soft cheese dan mozzarella. Berbeda dengan mozzarella yang punya tekstur kenyal dan mudah meleleh jika terkena suhu tinggi. Jenis keju soft cheese justru memiliki tekstur lebih lembut seperti tahu, serta beraroma susu segar. Kira-kira, dari olahan keju tradisional Indonesia di atas, Sobat Parekraf paling tertarik mencoba yang mana? Cover: Keju Dangke dari Sulawesi Selatan (Shutterstock/andi kartini maknun).*(sumber:kemenparekraf.go.id)

error: