Menjalin Usaha Bersama

logo

Kementerian Ekraf Perluas Akses Pasar Produk Ekraf Daerah Lewat Ide.Ind 2026

Sabtu, 13 Juni 2026

Yogyakarta, 13 Juni 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengapresiasi antusias masyarakat terhadap pelaksanaan IDE.IND 2026 sebagai bagian dari Creative by Indonesia yang diselenggarakan di Plaza Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (12/6). Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar sebuah pameran atau aktivasi ekonomi kreatif, namun juga ruang kolaborasi.

Menteri Ekraf menjelaskan, melalui IDE.IND 2026, Kementerian Ekraf menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, komunitas, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

“Sebuah ruang untuk memperkenalkan karya, membangun jejaring, membuka peluang usaha, dan memperluas akses pasar bagi produk kreatif Indonesia. Melalui IDE.IND, kami ingin memastikan bahwa karya dan produk kreatif lokal tidak hanya dikenal di daerah asalnya, tetapi juga memiliki peluang untuk tumbuh menjadi produk nasional bahkan go global,” ujar Menteri Ekraf.

Karena itu, selain menghadirkan pameran, kegiatan ini juga diisi dengan talkshow, promosi produk kreatif, aktivasi komunitas, dan berbagai bentuk kolaborasi dari 21 subsektor ekonomi kreatif. Sebanyak 20 booth jenama lokal yang mewakili 11 subsektor ekonomi kreatif, mulai dari kriya, fesyen, kuliner, hingga gim dan animasi, turut dihadirkan sebagai ruang promosi dan interaksi langsung antara pelaku usaha kreatif dengan masyarakat.

Tahun ini IDE.IND dilaksanakan melalui kolaborasi lintas subsektor di lingkungan Kementerian Ekraf. Tujuannya, memastikan bahwa dampak kegiatan ini tidak berhenti pada sebuah event, tetapi menjadi bagian dari upaya yang lebih besar untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif secara berkelanjutan.

“Harapan kami sederhana, semakin banyak ruang bagi pelaku kreatif untuk tumbuh, semakin kuat pula ekonomi kreatif Indonesia sebagai The New Engine of Growth,” terangnya.

Sementara itu, Yogyakarta dipilih sebagai kota dan provinsi pertama pelaksanaan IDE.IND 2026 karena memiliki posisi yang sangat strategis dalam ekosistem ekonomi kreatif Indonesia. Kota ini bukan hanya dikenal sebagai pusat budaya, tetapi juga sebagai tempat lahir dan tumbuhnya banyak talenta kreatif, komunitas kreatif, pelaku usaha kreatif, serta ruang-ruang kolaborasi yang hidup dan berkembang secara organik.

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyambut baik pelaksanaan IDE.IND 2026 yang dinilai sejalan dengan upaya penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya, inovasi, dan transformasi digital. Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan bahwa pengembangan ekonomi kreatif memerlukan dukungan yang terintegrasi mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, perlindungan kekayaan intelektual, hingga akses pasar yang lebih luas.

“Subsektor kuliner, fashion, dan kriya bukan sekadar kategori industri. Ketiganya merupakan cara Yogyakarta mengekspresikan identitasnya kepada dunia sekaligus membuktikan bahwa identitas budaya dan daya saing ekonomi dapat berjalan beriringan. Karena itu, kami mengapresiasi pelaksanaan IDE.IND sebagai ruang yang mempertemukan kreativitas, inovasi, dan peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Ni Made.

Kementerian Ekraf berharap IDE.IND 2026 Yogyakarta menjadi titik awal yang baik untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional sekaligus menginspirasi daerah-daerah lain di Indonesia untuk terus mengembangkan potensi kreatifnya masing-masing.*(sumber:ekraf.go.id)

error: