Menjalin Usaha Bersama

logo

Inilah 5 Kuliner Khas Aceh dari Makanan Hingga Minuman yang Layak untuk Dicoba

Senin, 12 Januari 2026

INDONESIA – Aceh tidak hanya dikenal lewat sejarah dan keindahan alamnya, tetapi juga melalui kekayaan kuliner yang kuat, berani, dan berkarakter. Letak geografis Aceh yang strategis sejak masa lalu menjadikannya titik temu berbagai budaya seperti Melayu, Arab, India, hingga Eropa, yang turut membentuk identitas rasa dalam setiap hidangan.

Kuliner Aceh identik dengan penggunaan rempah yang melimpah, rasa gurih yang dominan, serta teknik memasak tradisional yang diwariskan lintas generasi. Mulai dari hidangan utama hingga minuman khas, berikut adalah ragam kuliner Aceh yang paling populer dan layak dicicipi saat berkunjung ke Serambi Mekkah.

Makanan Khas Aceh

Mie Aceh

Mie Aceh merupakan salah satu ikon kuliner Aceh yang paling dikenal luas. Hidangan ini menggunakan mie kuning tebal yang dimasak dengan racikan rempah khas, menghasilkan cita rasa gurih dan sedikit pedas. Mie Aceh tersedia dalam dua varian utama, yakni goreng dan berkuah, dengan pilihan topping seperti daging sapi, ayam, dan seafood. Perpaduan bumbu yang kuat menjadikan Mie Aceh sebagai hidangan yang kaya rasa dan menggugah selera.

Salah satu tempat makan mie Aceh yang legendaris yang bisa kamu kunjungi adalah Mie Simpang Lima yang telah ada sejak 1961. Dari warung inilah mie Aceh berkembang menjadi mie favorit di tanah rencong. Berlokasi di Peuniti, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, warung ini dibuka setiap hari.

Sate Matang

Berasal dari kawasan Matang di Kabupaten Bireuen, Sate Matang menawarkan pengalaman berbeda dari sate pada umumnya. Daging sapi atau kambing terlebih dahulu diungkep dengan bumbu hingga meresap, sebelum kemudian dibakar. Teksturnya empuk dengan rasa yang kuat. Uniknya, Sate Matang sering disajikan bersama kuah soto gurih sebagai pelengkap.

Untuk mencoba Sate Matang, kamu bisa datang ke Sate Matang D’wan di Jalan T Imum Lueng Bata, Banda Aceh.

Kuah Beulangong

Kuah Beulangong adalah masakan berkuah khas Aceh yang biasanya disajikan dalam acara adat atau perhelatan besar. Hidangan ini dimasak dalam kuali besar dan menggunakan daging sapi atau kambing yang dipadukan dengan nangka muda serta rempah-rempah khas. Selain kaya rasa, Kuah Beulangong mencerminkan nilai kebersamaan dan gotong royong dalam budaya Aceh.

Rekomendasi tempat untuk menikmati Kuah Beulangong ada di Warung Nasi Hasan, Rumah Makan Cut Mun, Kuliner Kuah Beulangong Alta, Rumah Makan Syiah Kuala, dan Rumah Makan Dek Gam.

Sie Reuboh

Sie Reuboh merupakan olahan daging sapi yang dimasak dengan cara direbus menggunakan bumbu khas Aceh. Kuahnya gurih dengan aroma rempah yang kuat. Hidangan ini sering dijadikan menu utama dalam jamuan keluarga karena praktis disajikan dan memiliki rasa yang tahan lama.

Untuk makan Sie Reuboh yang otentik di Aceh, kamu bisa datang ke Rumah Makan Cut Bit di Cot Mancang, Aceh Besar

Kuah Pliek U

Kuah Pliek U adalah hidangan tradisional yang berasal dari Aceh Barat. Masakan ini memadukan aneka sayuran seperti melinjo, terong, labu siam, dan daun-daunan, yang dimasak bersama bumbu fermentasi kelapa (pliek u). Rasanya gurih dan kompleks, mencerminkan kekayaan teknik memasak tradisional Aceh.

Kalau kamu penasaran, Kuah Pliek U sangat mudah dijumpai di Kota Banda Aceh. Kamu bisa menemukannya di berbagai rumah makan khas Aceh, seperti Rumah Makan Montasik, Rumah Makan Asia Utama, Rumah Makan Ayah Punge.

Eungkot Keumamah

Dikenal juga sebagai “ikan kayu”, Eungkot Keumamah dibuat dari ikan tongkol, tuna, atau cakalang yang direbus, dikeringkan, lalu dimasak kembali dengan bumbu rempah. Proses pengawetan tradisional ini membuat ikan memiliki tekstur khas dan rasa yang kuat, sekaligus mencerminkan kearifan lokal masyarakat pesisir Aceh.

Untuk menemukan Eungkot Keumamah (Ikan Kayu) di Aceh, kamu bisa datang ke warung atau kedai makan yang menyajikan Mie Aceh karena Keumamah sering menjadi topping atau isian, terutama di Banda Aceh atau kawasan pesisir seperti Aceh Besar/Laweung.

Ayam Tangkap

Ayam Tangkap adalah hidangan ayam goreng khas Aceh yang disajikan bersama daun kari, daun pandan, dan cabai hijau yang digoreng hingga renyah. Aroma daun-daunan inilah yang menjadi ciri khas hidangan ini. Ayam Tangkap biasanya disantap hangat dengan nasi putih, cocok sebagai menu utama.

Ayam Tangkap cukup populer sehingga banyak tempat yang menyediakan, seperti Rumah Makan Spesifik Aceh, Ayam Pramugari, dan Lem Bakrie.

Kuah Sie Itek

Kuah Sie Itek merupakan gulai bebek khas Aceh yang dimasak dengan santan dan rempah seperti kunyit, lengkuas, serai, serta daun jeruk. Kuahnya kental dengan warna kuning keemasan, menghadirkan rasa gurih dan aroma rempah yang menggoda.

Salah satu tempat yang menyediakan kuliner ini adalah Rumah Makan Bu Sie Itek Bireun Ustad Heri.

Minuman dan Sajian Segar Khas Aceh

Kopi Gayo

Kopi Gayo adalah minuman khas Aceh yang telah dikenal luas hingga ke mancanegara. Kopi ini berasal dari Dataran Tinggi Gayo dan telah dibudidayakan sejak masa kolonial Belanda. Karakter Kopi Gayo dikenal lembut, beraroma khas, dengan tingkat keasaman yang seimbang. Saat ini, Kopi Gayo mudah ditemukan di berbagai warung kopi di Aceh, menjadi bagian penting dari budaya minum kopi masyarakat setempat.

Untuk menikmati Kopi Gayo autentik di Aceh, kunjungi kafe-kafe di sekitar Banda Aceh seperti Horas Kopi Gayo dan Cafetaria Coffee Roaster.

Kopi Sanger

Kopi Sanger merupakan racikan khas Aceh yang memadukan kopi hitam dengan susu kental manis dalam takaran lebih sedikit dibanding kopi susu biasa. Keunikan Kopi Sanger terletak pada teknik penyajiannya, di mana kopi dituangkan bolak-balik antar gelas dari ketinggian tertentu. Teknik ini menghasilkan tekstur lembut dan busa halus di permukaan kopi.

Untuk menikmati kopi Sanger otentik di Aceh, kunjungi warung kopi legendaris seperti Kedai Kopi Solong, Warung Kopi Sanger Lamnyong, atau Kedai Kopi Aneuk Nanggroe di Banda Aceh, yang menawarkan racikan klasik hingga modern dengan suasana tradisional dan kekinian.

Teh Tarik Aceh

Selain kopi, Teh Tarik Aceh juga menjadi minuman favorit. Teh ini merupakan campuran teh dan susu kental manis yang disajikan dengan teknik “ditarik” antar gelas. Pengaruh budaya Melayu dan India terlihat jelas dalam minuman ini, baik dari rasa maupun cara penyajiannya.

Untuk menemukan teh tarik enak di Aceh, Anda bisa mencari di warung kopi lokal atau Kedai Masbro di Banda Aceh yang terkenal dengan teh tarik otentik dan beragam minuman khas Aceh lainnya.

Le Boh Timon

Le Boh Timon adalah minuman tradisional berbahan dasar timun serut yang dicampur sirup gula dan es batu. Minuman ini dikenal menyegarkan dan sering dikonsumsi saat bulan Ramadhan sebagai pelepas dahaga saat berbuka puasa. Le Boh Timon mudah ditemukan di berbagai sudut Aceh dengan harga terjangkau.

Untuk minum Le Boh Timon (Es Timun Aceh) di Aceh, kamu bisa menemukannya di berbagai warung Mie Aceh karena ini adalah minuman khas yang umum, terutama di Banda Aceh.

Rujak Aceh Kuah Pala

Sebagai pelengkap, Aceh juga memiliki sajian segar berupa Rujak Aceh Kuah Pala. Rujak ini berisi aneka buah potong seperti mangga, pepaya, nanas, jambu air, hingga kolang-kaling. Ciri khasnya terletak pada kuah pala berbahan dasar buah kuini yang memberikan rasa asam, manis, pedas, dan segar sekaligus.

Untuk menikmati rujak kuah pala khas Aceh, kamu bisa mencoba tempat-tempat legendaris seperti Rujak Blang Bintang di Aceh Besar yang sudah ada sejak 1975.

Kuliner Aceh menawarkan lebih dari sekadar rasa. Di balik setiap hidangan, tersimpan sejarah, budaya, dan nilai kebersamaan yang masih terjaga hingga kini. Dari hidangan berempah kuat hingga minuman segar dan kopi kelas dunia, menjelajahi Aceh melalui kulinernya adalah cara terbaik untuk memahami identitas daerah ini secara utuh.*(sumber:kemenpar.go.id)

error: